memapah waktu masih berlanjut kulakukan
hingga detik ini, detak itu masih jadi aroma malam dalam hidupku
selalu begitu dan akan selalu begitu
hinggaku terlelap dalam rangkulan rembulan
yang kadang enggan tuk berbagi senyum denganku
entah bagimu
tapi bagiku malam terasa begitu panjang dan melelahkan
ketika jejak tak lagi mampu untuk kutempuh
saat langkah tak lagi ramah menuntunku
segalanya membias bayang-bayang
menjelma sampai penat dalam relung
yang hingga kini tak pernah mengerti detak maknanya